Home »

 
 

Strategi dan Kebijakan

 

Berita Terbaru

 

Strategi dan Kebijakan

Bidang Kemahasiswaan FISIP UNTIRTA

Tahun 2012-2016

 

Strategi merupakan cara dan/ atau metode yang dipilih guna mengejawantahkan visi dan misi agar dapat diimplementasikan secara terukur. Sementara kebijakan merupakan  penjabaran dari strategi  yang bersifat lebih implementatif. Berikut adalah strategi dan kebijakan yang merupakan penjabaran dari visi dan misi yang telah ditetapkan.

Dalam rangka meningkatkan kualitas, kapasitas, dan integritas mahasiswa sebagai intelektual yang kritis, cinta tanah air dan bangsa, relijius, santun, dan berkarakter, serta menumbuhkembangkan tradisi belajar, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan yang berorientasi prestasi dalam rangka meningkatkan daya saing mahasiswa dan almamater, ditempuh melalui tiga strategi sebagai berikut:

  1. Peningkatan kualitas dan intensitas kegiatan kemahasiswaan yang berorientasi pada penguatan kualitas intelektualitas, relijiusitas, semangat kebangsaan, karakter serta pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa. Strategi ini dijabarkan dalam enam kebijakan sebagai berikut:  (a)  Alokasi dana layanan organisasi kemahasiswaan wajib dianggarkan untuk kegiatan penalaran/ akademik dan/ atau tupoksi minimal 50% dari total anggaran yang dikelola organisasi kemahasiswaan, maksimal 15% untuk kegiatan minat bakat, dan maksimal 10% untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat; (b) Kegiatan kemahasiswaan yang diselenggarakan di luar kampus wajib dilaksanakan di wilayah Provinsi Banten guna menjamin efektivitas dan efisiensinya, disamping manifestasi dari keberpihakan terhadap pengembangan ekonomi masyarakat daerah; (c) Reorientasi kegiatan P2KK dan kegiatan sejenis sebagai agenda akademik dengan muatan kurikulum yang terstandardisasi; (d) Standardisasi kurikulum dan peningkatan efektivitas Latihan Kepemimpinan Mahasiswa; (e) Pelembagaan pedoman pembinaan kemahasiswaan dan code of conduct mahasiswa; (f) Fasilitasi pelatihan-pelatihan teknis berorientasi prestasi;
  2. Fasilitasi anggaran kemahasiswaan secara proporsional dalam rangka peningkatan mutu pembinaan kemahasiswaan pada bidang penalaran, minat dan bakat, kesejahteraan mahasiswa, serta kewirausahan mahasiswa. Strategi ini dimanifestasikan dalam tiga kebijakan sebagai berikut: (a) Mengingat dana kemahasiswaan bukanlah dana untuk organisasi kemahasiswaan, maka dana kemahasiswaan dialokasikan untuk tiga tujuan, yaitu: layanan Pembinaan kelembagaan Ormawa sebesar maksimal 70%, Pembinaan Prestasi Mahasiswa yang bersifat kompetitif sebesar minimal 10%, dan dana operasional pembinaan kemahasiswaan dan alumni maksimal 20%; Fasilitasi pelatihan, workshop, dan inkubasi kewirausahaan bagi mahasiswa. (b) Dana Pembinaan Ormawa dialokasikan secara proporsional sesuai skala urusan yang dikelola oleh masing-masing Ormawa, dengan proporsi: BEM sebesar 32%, HIMA sebesar 45%, UKMF sebesar 16%, dan DPM sebesar 7%;
  3. Efektivasi rekrutmen mahasiswa berorientasi mutu dan prestasi. Strategi ini dilakukan melalui kebijakan: (a) Efektivasi fungsi koordinasi dan pengawasan terhadap proses rekrutmen mahasiswa baru; (b) Pelibatan dosen dan mahasiswa dalam melakukan penelurusan terhadap calon mahasiswa yang memiliki prestasi di berbagai bidang untuk dipromosikan sebagai mahasiswa melalui berbagai jalur masuk yang ada.

Sementara dalam rangka mengembangkan layanan dan iklim kehidupan kampus kondusif dan demokratis yang dapat memfasilitasi tumbuh kembangnya idealisme dan prestasi mahasiswa yang membanggakan secara berkesinambungan, ditempuh melalui dua strategi sebagai berikut:

  1. Optimalisasi layanan bidang kemahasiswaan yang cepat, transparan, dan akuntabel. Strategi ini ditempuh melalui kebijakan sebagai berikut: (a) Standardisasi dan Integrasi layanan bidang kemahasiswaan secara online; (b ) Diverfisikasi sumber-sumber dana beasiswa dengan memberdayakan potensi jejaring alumni dan sivitas akademika; (c) Pelibatan Organisasi kemahasiswaan secara aktif dan nyata dalam proses seleksi penerima beasiswa.
  2. Optimalisasi outcome layanan beasiswa bagi mahasiswa melalui pemantauan, pembinaan, dan pemberdayaan terhadap para penerimanya. Strategi ini ditempuh melalui kebijakan: (a) Pemantauan prestasi penerima beasiswa secara sistematis; dan (b)  Pemberdayaan penerima beasiswa dari berbagai sumber dalam kegiatan permagangan guna menunjang fungsi-fungsi penyelenggaraan pendidikan tinggi yang ditentukan oleh pimpinan fakultas;

Dan dalam rangka meningkatkan kualitas kepemimpinan dan tata kelola organisasi kemahasiswaan yang profesional, responsif, transparan, dan akuntabel dalam rangka meningkatkan derajat partisipasi mahasiswa dalam seluruh aktivitas ko kurikuler maupun ekstra kurikuler, ditempuh melalui tiga strategi sebagai berikut:

  1. Peningkatan kualitas tata kelola organisasi kemahasiswaan. Strategi ini dijabarkan dalam enam kebijakan sebagai berikut: (a)  Dana pembinaan organisasi kemahasiswaan dialokasikan maksimal 10% untuk kesekretariatan, maksimal 10% untuk kesejahteraan mahasiswa termasuk didalamnya adalah untuk biaya perjalanan dinas mahasiswa, dan minimal 10% sebagai simpanan yang harus diserahkan sebagai modal awal bagi kepengurusan periode berikutnya; (b)  Pengadaan dan perawatan rutin terhadap barang inventaris dan sekretariat Organisasi Mahasiswa sepenuhnya menjadi tanggungjawab Ormawa yang bersangkutan yang diambil dari alokasi dana kesekretariatan setiap tahunnya; (c) Mengingat fungsi utama Ormawa adalah pelayanan terhadap mahasiswa, maka tiap Ormawa turut serta dalam proses rekrutmen dan seleksi penerima beasiswa guna menjamin akuntabilitas proses dan penerima beasiswa tersebut. Fasilitasi anggaran untuk keperluan ini dapat dialokasikan dari dana operasional kesekretariatan dan/ atau perjalanan dinas Ormawa; (d) Standardisasi tata persuratan, kearsipan, proposal kegiatan, dan laporan pertanggungjawaban kegiatan serta laporan pertanggungjawaban akhir jabatan; (e) Monitoring dan evaluasi secara periodik terhadap tata kelola Ormawa; dan (f) Fasilitasi tenaga ahli guna mengadvokasi penyusunan kebijakan Ormawa dan/ atau produk hukum Ormawa.
  2. Pelibatan dosen sebagai pembimbing, pendamping, dan atau supervisor seluruh kegiatan kemahasiswaan, serta pimpinan fakultas dan jurusan sebagai Pembina kegiatan dan kelembagaan Ormawa. Manifestasi dari strategi ini diwujudkan melalui kebijakan: (a) Fasilitasi minimal 1 (satu) orang dosen biasa/staf dalam setiap aktivitas kemahasiswaan; (b) Optimalisasi peran pimpinan fakultas dan jurusan dalam mensupervisi penyusunan produk-produk hukum yang dibuat Ormawa guna mencegah terjadinya konflik dan/ kebuntuan hukum dalam Organisasi Kemahasiswaan.
  3. Pemberdayaan alumni dan organisasi alumni secara konstruktif dalam menunjang visi dan misi perguruan tinggi. Strategi ini ditempuh melalui kebijakan sebagai berikut: (a) Fasilitasi media komunikasi dan interaksi dengan alumni; (b) Update database alumni melalui optimalisasi tracer study; (c) Pelibatan alumni dalam mendukung kegiatan kemahasiswaan.
Visi, misi, strategi dan kebijakan ini disusun guna dapat menjadi landasan dalam pelaksanaan kegiatan bidang kemahasiswaan selama periode tahun 2012-2016 mendatang. Semoga Allah melimpahkan kemudahan dan petunjuk-Nya dalam implementasinya, sehingga dapat mencapai hasil sebagaimana tujuan yang diharapkan. Amien.

 

Serang,    Maret 2012

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni,

Gandung Ismanto, S.Sos., M.M.

NIP. 197408072005011001

portal akademik
Sistem Beasiswa Online
FISIP Untirta Repository